.:: Followers ::.

.::Recent Visitors::.

“Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut” (21:35)

Kita sering bebicara soal mati. Berbicara, menulis dan menyampaikan itu memang mudah. tapi benarkah kita betul-betul bersedia??

( berfikir banyak kali.. dosa bertimbun-timbun lagi )



Muhasabah.

Hidup kita bukan untuk diri kita, dan mati bukanlah penamat segala siri cerita hidup kita. Hidup ini adalah untuk bertemu Allah, tunduk dan menyerah pada Allah.

“Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut” (21:35)

"Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya)" (39:42)

Hidup ini PERLU mencari mati yang sempurna.

hayya bina!! berusaha ke arah itu.

Wallahu a’la wa a’lam.









1 comment:

  1. Blog'y Bagus Mbak, Banyak memberi Pengetahuan, terutama untuk Cwe sih.
    Di Status Mbak, Mbak Menulis "Give your heart to ALLAH SWT and seeks ALLAH's permission in loving others, with ALLAH its guaranteed as long as you keep your promise to HIM.♥:)"
    Kok pake HIM ya Mbak?

    ReplyDelete

kata-kata anda amat berharga. :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikan Saya Nak Makan!